Dalam
rangka ikut memeriahkan bulan suci Ramadhan dan wujud peduli social, Ikatan
Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (IPEMAROHIL) Jakarta mengadakan buka puasa
bersama yang dilaksanakan pada hari minggu (04 agustus 2013) kemarin bertempat
di ruko bintang utara, ujung tanjung (Rokan Hilir). Acara yang direncanakan
mulai pukul 17:00 WIB oleh panitia terpaksa harus diundur hingga pukul 18:00
WIB, dikarenakan masa yang hadir diluar dugaan ungkap salah seorang panitia,
awalnya kami membuat target sekitar 150 orang, akan tetapi ternyata yang hadir pada saat ini
melebihi apa yang kami perkirakan, “sambungnya”.
Selasa, 06 Agustus 2013
Senin, 01 Juli 2013
IPEMAROHIL JAKARTA; RAKER PERIODE 2013-2014
IPEMAROHIL
Jakarta baru saja usai melaksanakan Rapat kerja (RAKER) Pengurus periode
2013-2014 di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta. Acara yang dimulai pada pukul
11:00 WIB ini dihadiri oleh segenap pengurus dan juga anggota IPEMAROHIL
Jakarta.
Disampaikan
oleh panitia pelaksana RAKER ini, bahwa upaya yang dilakukan untuk mendapatkan
tempat yang layak agar tercapainya kegiatan kondusif, dirasa telah maksimal
meskipun ada berbagai permasalahan khusus yang dirasakan dimana saat ini
sepertinya dukungan dari tokoh masyarakat Rokan Hilir mulai memudar serta tidak
optimal, sangat disayangkan orang-orang yang menempatkan dirinya sebagai orang
tua mahasiswa di Jakarta membuang anaknya begitu saja.
Selasa, 28 Mei 2013
Pelantikan Pengurus IPEMAROHIL Jakarta Periode 2013-2014 dan Dialog Interaktif
Sekitar
puluhan orang terlihat meramaikan Mess Pemda Riau (SLIPI) Jakarta Minggu 26 Mei
2013 Pukul 13:00 WIB, dalam rangka menghadiri Pelantikan Pengurus IPEMAROHIL
Jakarta Peride 2013-2014 dan Dialog Interaktif dengan tema “Peran serta dan
tanggung jawab pemerintah daerah dalam upaya menuntaskan kemiskinan,
meningkatkan pendidikan dan mengembangkan pembangunan demi kesejahteraan
masyarakat”
Dilokasi
dimana acara dilaksanakan tidak terlihat seorangpun utusan dari pemerintah
daerah yang menghadiri, meskipun persiapan acara ini telah mencapai satu bulan
dalam persiapannya, ketika ditanyakan kepada panitia apakah undangan telah
disampaikan sontak mereka menjawab “ya jelas sudah namun memang pemerintahnya
saja yang kurang merespont”, padahal acara ini dihadiri Forum Komunikasi
Mahasiswa Betawi, Gerakan Mahasiswa Kalimantan, Persatuan Mahasiswa Bangka
Belitung, Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi selain kabupaten seRiau”
Senin, 08 April 2013
IPEMAROHIL Jakarta - Seminar Nasional Peningkatan DBH MIGAS Riau
Sekitar
ratusan orang hadir dalam Seminar Nasional yang diadakan Ikatan Pelajar
Mahasiswa Rokan Hilir (IPEMAROHIL) Jakarta pada Sabtu, 23 Maret 2013 di
Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah, Seminar Nasional ini mengangkat tema “Peningkatan
Dana Bagi Hasil Migas Antara Dilema Pemerintah Pusat Dan Harapan Pemerintah
Daerah”
Seminar yang pada pokok permasalahannya mengenai MIGAS ini mengahadirkan beberapa Tokoh pemateri:
Seminar yang pada pokok permasalahannya mengenai MIGAS ini mengahadirkan beberapa Tokoh pemateri:
1. DR.
Kurtubi (Pakar MIGAS Nasional)
2. Bambang
Mulyono (Biro Hukum Menteri Kehutanan)
3. Iman
Parwis (Tokoh Riau/ Mantan Hakim yang saat ini aktiv menulis dibeberapa media)
Jumat, 30 November 2012
IPEMAROHIL Jakarta Demo Bupati Rokan Hilir
Usut Tuntas Dugaan Korupsi Bupati Rohil
Sekitar belasan orang yang menamakan dirinya Ikatan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (IPEMAROHIL) Jakarta pada pukul 10:00 Wib mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan Jakarta melakukan aksi damai, untuk mendesak KPK mengusut tuntas kasus dugaan korupsi bupati Rokan Hilir (H. Anas Maamun), dalam aksinya masa aksi menyampaikan:
“Aksi ini kami lakukan karena melihat dengan jelas belum adanya pengusutan tuntas oleh penegak hukum terhadap laporan dari sejumlah organisasi masyarakat khususnya kasus korupsi dimana Bupati Rokan Hilir diduga terlibat di dalamnya, hal ini kemudian memberi angin segar bagi Koruptor yang berkeliaran di Rokan Hilir karena tidak tersentuh oleh hukum apalagi yang berkaitan dengan Bupati Rokan Hilir, oknum pejabat masih kebal hukum. Selama ini belum terdengar gebrakan aparat hukum terkait kasus yang menerpa di Rokan Hilir. “Boleh dikatakan, APARAT HUKUM DI ROKAN HILIR TERKESAN PENGECUT, buktinya belum ada yang menyentuh Rohil meskipun masukan dan laporan telah ada dari berbagai elemen”. Sebab itulah, pejabat yang telah melakukan tindak pidana korupsi di Rohil masih juga tak tersentuh hukum. Untuk itu kami mendesak KPK agar mengusut tuntas dan memantau langsung kasus ini, tidak hanya melihat berdasarkan laporan administrasi tapi melihat langsung fakta di lapangan, dan menjadikan master plain dari temuan yang ada. keterlibatan Bupati Rohil dalam berbagai kasus yang ada cukup jelas. “Tinggal penegak hukumnya yang harus bergerak”
Dalam orasinya Belisuardi Ketua Ipearohil Jakarta
“pemimpin kabupaten rokan hilir dalam hal ini bapak annas maamun harus memperbaiki system administrasi yang ada di kabupaten rokan hilir karena terlalu banyak kejanggalan dalam pelaksanaannya kemudian kami mengharapkan ada transparansi anggaran kedaerahan terhadap mahasiswa, kami juga menginginkan seluruh structural kepemerintahan yang ada di kabupaten rokan hilir di fungsikan sesuai dengan fungsinya masing-masing”.
Kemudian Orasi disambung Pangidoan Nasution Sekjend Ipemarohil Jakarta
Dalam orasinya menyampaikan KPK harus segera mengusut tuntas kasus ini tidak hanya melalui data administrasi tapi juga melihat fakta yang ada, Kepemimpinan Otoriter yang diterapkan oleh Anas Maamun selaku Bupati Kabupaten Rokan Hilir sangat merugikan masyarakat, Bolehlah kita sebut tidak ada demokrasi di Rokan Hilir dengan alasan semuanya adalah tergantung Bupati Annas, dengan keterbatasan kewenangannya, Masyarakat Rokan Hilir pun banyak yang terpasung hak dan kedaulatannya secara demokratis, bahkan SUYATNO (Wakil Bupati Rokan Hilir) tidak bisa berbuat apa-apa, Ketika ditanya beliau hanya bisa menjawab “SEMUA TERGANTUNG BAPAK BUPATI”, keluhan juga dikemukakan PNS Rokan Hilir dimana Bupati seenaknya saja memutasikan yang berani menantangnya untuk menyampaikan kebenaran”.
“Pelaksanaan proyek diduga KKN karena sebagai pelaksana pekerjaan mayoritas keluarga Bupati Annas Maamun termasuk anaknya sendiri”.
Permasalahan ini menggambarkan, bahwa setiap apapun ada keterlibatan Bupati di dalamnya, jadi mustahil rasanya banyak proyek yang menyimpang tapi seolah-olah tidak pernah terjadi dan ironisnya anggaran terus berjalan tapi tidak pernah ada penyelesaian.
Untuk itu kami berharap semoga KPK-RI komitmen dengan pernyataan keseriusan untuk memberantas para koruptor di Negeri yang tercinta ini. KPK mesti melakukan penyidikian secara fokus agar ini terungkap, dan tidak ada tebang pilih dalam penuntasan kasus yang ada di Rokan Hilir, meskipun jika dugaan korupsi itu menyentuh Bupati H. Annas Maamun.
“Tak lupa diproses tuntas juga para kontraktor, yang diduga melakukan konspirasi jahat dengan oknum pejabat di Rokan Hilir. Jika indikasi penyimpangan mulai terlihat nyata, lakukan tindakan tegas dengan meningkat status para pihak yang terlibat sebagai tersangka dan sebaiknya lakukan penahanan, agar proses hukum bisa berlangsung cepat.
“Kami akan terus mengawal permasalahan ini hingga tuntas” tidak masalah jikalau nantinya kami akan terus berdiri di KPK dan bisa jadi akan menjadikan agenda rutinitas sebagai social control dan agent of change.
Akhirnya setelah beberapa saat 5 orang perwakilan di ajak mediasi oleh pihak KPK dan masa aksi yang lainnya tetap berorasi sambil menunggu perwakilan yang sedang diutus untu bertemu pihak KPK.
Aksi ini kemudian dilanjutkan di Bundaran HI sekitar pukul 13:00 Wib. Pada saat di Bundaran HI Aksi Penutup di laksanakan dengan pelepasan balon yang juga di gantungkan photo bupati Rokan Hilir, dengan harapan tidak ada lagi bupati seperti ini, dan segera diangkat dari muka bumi. Kemudian pada akhir aksinya masa aksi mengatakan:
“Jika tidak ada juga perkembangan
maka kami akan turun dengan masa yang lebih banyak
Sekitar belasan orang yang menamakan dirinya Ikatan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (IPEMAROHIL) Jakarta pada pukul 10:00 Wib mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan Jakarta melakukan aksi damai, untuk mendesak KPK mengusut tuntas kasus dugaan korupsi bupati Rokan Hilir (H. Anas Maamun), dalam aksinya masa aksi menyampaikan:
“Aksi ini kami lakukan karena melihat dengan jelas belum adanya pengusutan tuntas oleh penegak hukum terhadap laporan dari sejumlah organisasi masyarakat khususnya kasus korupsi dimana Bupati Rokan Hilir diduga terlibat di dalamnya, hal ini kemudian memberi angin segar bagi Koruptor yang berkeliaran di Rokan Hilir karena tidak tersentuh oleh hukum apalagi yang berkaitan dengan Bupati Rokan Hilir, oknum pejabat masih kebal hukum. Selama ini belum terdengar gebrakan aparat hukum terkait kasus yang menerpa di Rokan Hilir. “Boleh dikatakan, APARAT HUKUM DI ROKAN HILIR TERKESAN PENGECUT, buktinya belum ada yang menyentuh Rohil meskipun masukan dan laporan telah ada dari berbagai elemen”. Sebab itulah, pejabat yang telah melakukan tindak pidana korupsi di Rohil masih juga tak tersentuh hukum. Untuk itu kami mendesak KPK agar mengusut tuntas dan memantau langsung kasus ini, tidak hanya melihat berdasarkan laporan administrasi tapi melihat langsung fakta di lapangan, dan menjadikan master plain dari temuan yang ada. keterlibatan Bupati Rohil dalam berbagai kasus yang ada cukup jelas. “Tinggal penegak hukumnya yang harus bergerak”
Dalam orasinya Belisuardi Ketua Ipearohil Jakarta
“pemimpin kabupaten rokan hilir dalam hal ini bapak annas maamun harus memperbaiki system administrasi yang ada di kabupaten rokan hilir karena terlalu banyak kejanggalan dalam pelaksanaannya kemudian kami mengharapkan ada transparansi anggaran kedaerahan terhadap mahasiswa, kami juga menginginkan seluruh structural kepemerintahan yang ada di kabupaten rokan hilir di fungsikan sesuai dengan fungsinya masing-masing”.
Kemudian Orasi disambung Pangidoan Nasution Sekjend Ipemarohil Jakarta
Dalam orasinya menyampaikan KPK harus segera mengusut tuntas kasus ini tidak hanya melalui data administrasi tapi juga melihat fakta yang ada, Kepemimpinan Otoriter yang diterapkan oleh Anas Maamun selaku Bupati Kabupaten Rokan Hilir sangat merugikan masyarakat, Bolehlah kita sebut tidak ada demokrasi di Rokan Hilir dengan alasan semuanya adalah tergantung Bupati Annas, dengan keterbatasan kewenangannya, Masyarakat Rokan Hilir pun banyak yang terpasung hak dan kedaulatannya secara demokratis, bahkan SUYATNO (Wakil Bupati Rokan Hilir) tidak bisa berbuat apa-apa, Ketika ditanya beliau hanya bisa menjawab “SEMUA TERGANTUNG BAPAK BUPATI”, keluhan juga dikemukakan PNS Rokan Hilir dimana Bupati seenaknya saja memutasikan yang berani menantangnya untuk menyampaikan kebenaran”.
“Pelaksanaan proyek diduga KKN karena sebagai pelaksana pekerjaan mayoritas keluarga Bupati Annas Maamun termasuk anaknya sendiri”.
Permasalahan ini menggambarkan, bahwa setiap apapun ada keterlibatan Bupati di dalamnya, jadi mustahil rasanya banyak proyek yang menyimpang tapi seolah-olah tidak pernah terjadi dan ironisnya anggaran terus berjalan tapi tidak pernah ada penyelesaian.
Untuk itu kami berharap semoga KPK-RI komitmen dengan pernyataan keseriusan untuk memberantas para koruptor di Negeri yang tercinta ini. KPK mesti melakukan penyidikian secara fokus agar ini terungkap, dan tidak ada tebang pilih dalam penuntasan kasus yang ada di Rokan Hilir, meskipun jika dugaan korupsi itu menyentuh Bupati H. Annas Maamun.
“Tak lupa diproses tuntas juga para kontraktor, yang diduga melakukan konspirasi jahat dengan oknum pejabat di Rokan Hilir. Jika indikasi penyimpangan mulai terlihat nyata, lakukan tindakan tegas dengan meningkat status para pihak yang terlibat sebagai tersangka dan sebaiknya lakukan penahanan, agar proses hukum bisa berlangsung cepat.
“Kami akan terus mengawal permasalahan ini hingga tuntas” tidak masalah jikalau nantinya kami akan terus berdiri di KPK dan bisa jadi akan menjadikan agenda rutinitas sebagai social control dan agent of change.
Akhirnya setelah beberapa saat 5 orang perwakilan di ajak mediasi oleh pihak KPK dan masa aksi yang lainnya tetap berorasi sambil menunggu perwakilan yang sedang diutus untu bertemu pihak KPK.
Aksi ini kemudian dilanjutkan di Bundaran HI sekitar pukul 13:00 Wib. Pada saat di Bundaran HI Aksi Penutup di laksanakan dengan pelepasan balon yang juga di gantungkan photo bupati Rokan Hilir, dengan harapan tidak ada lagi bupati seperti ini, dan segera diangkat dari muka bumi. Kemudian pada akhir aksinya masa aksi mengatakan:
“Jika tidak ada juga perkembangan
maka kami akan turun dengan masa yang lebih banyak
Kamis, 25 Oktober 2012
RAKER dan PELANTIKAN Periode 2012-2013
RAKER dan
PELANTIKAN
Ikatan Pelajar
Mahasiswa Rokan Hilir
(IPEMAROHIL)
JAKARTA
Periode
2012-2013
Ikatan
Pelajar dan Mahasiswa Rokan Hilir (IPEMAROHIL) Jakarta telah melaksanakan Musyawarah Besar ke- VII
pada tanggal 16-17 juni 2012 di sekretariat Ipemarohil Jakarta Jl.Puri Mutiara
II No.14 A-Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta selatan. Acara ini dibuka oleh
Bunda Muryati selaku Dewan Penasehat Organisasi Ipemarohil Jakarta yang
tergabung dalam Ikatan Warga Kabupaten Rokan Hilir (IWKRH) Jakarta. Setelah melakukan
pesta Demokrasi Ipemarohil Jakarta, maka terpilihlah saudara Belisuardi sebagai
Ketua terpilih periode 2012-2013. “Semoga dengan terpilih dan terbentuknya
kepengurusan baru ini bisa menjadikan Ipemarohil Jakarta lebih baik lagi
kedepannya dalam menjalankan roda-roda organisasi”. Ujar pemuda yang berasal
dari Kecamatan Tanah Putih Tj. Melawan ini. “Puji Syukur kami panjatkan atas
kehadirat Allah yang mana karena rahmat dan karunia-Nya Musyawarah Besar ke-VII
ini berjalan dengan lancar, aman dan tertib.” Tambah Mahasiswa Universitas Mercu
Buana Jakarta jurusan Akuntansi ini.
Ditemui
di tempat yang sama, Pangidoan Nasution selaku sekretaris Ipemarohil Jakarta
dipilih mengatakan “ini merupakan suatu agenda yang sakral, yang dimana pada
acara tersebut merupakan ajang pemilihan ketua baru untuk memimpin satu
periode, dan diharapkan ini bisa menjadi ajang untuk lebih meningkatkan kembali
hubungan silahturrahmi sesama pengurus “. Papar pemuda yang akrab di sapa Doan.
Jumat, 05 Oktober 2012
Langganan:
Postingan (Atom)


